console.log("something wrong!!!");" name="description"/> console.log("something wrong!!!");" name="keywords"/>

Artikel Pilihan Editor

Tiga Provinsi Ini Berpotensi Terjadi Aksi Terorisme, Kata Kepala BNPT
Kepala BNPT, Komjen Pol Suhardi Alius
Kepala BNPT, Komjen Pol Suhardi Alius

Tiga Provinsi Ini Berpotensi Terjadi Aksi Terorisme, Kata Kepala BNPT

Batampro, Jakarta - Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) menggelar pertemuan dengan 36 kementerian dan lembaga negara dalam rangka penanggulangan terorisme.

Kepala BNPT, Komjen Pol Suhardi Alius, mengatakan BNPT berusaha merangkul semua kementerian lembaga untuk memahami wilayah masing-masing dalam mengatasi hulu serta akar masalah radikalisme, terorisme, dan intoleransi.

Terutama di tiga provinsi yaitu Sulawesi Tengah, Nusa Tenggara Barat, dan Jawa Timur yang menurut Suhardi memiliki potensi aksi terorisme yang tinggi dalam beberapa waktu terakhir.

“Kenapa kami fokus memberi perhatian kepada tiga provinsi itu terlebih dahulu, karena teman-teman tahu dalam tanda kutip memang di sana butuh diperhatikan. Saya tadi sampaikan karena anggaran BNPT terbatas maka kami libatkan semua kementerian dan lembaga untuk memahami suatu wilayah sampai kecamatan. Alhamdulillah respon dari kementerian dan lembaga positif,” jelasnya.

BNPT mendorong hal tersebut karena selama ini kementerian dan lembaga tak mengerti permasalahan di suatu wilayah sampai ke hulu sehingga belum menyelesaikan masalah secara tuntas.

Suhardi berhara,p setelah berhasil di tiga provinsi itu kemudian menjadi pemicu wilayah lain untuk berbenah dan mengatasi masalah radikalisme, terorisme, dan intoleransi hingga ke akarnya.

“Setiap kementerian dan lembaga punya pos masing-masing misal PUPR membangun jalan, lalu ESDM bangun akses air bersih, dan bagaimana Kementerian Pertanian membantu bibit ayam dan tanaman. Nanti setelah target-target itu digarap akan kita lihat hasilnya,” katanya

“Kami harap dengan fokus ke tiga provinsi itu akan menjadi pemicu untuk diterapkan di provinsi lain dengan melihat akar masalah di masing-masing daerah yang tentu berbeda,” tambahnya.                     


Komentar