Artikel Pilihan Editor

Walhi Minta Pemerintah 'Bongkar' Perusahaan Biang Kerok Karhutla di Indonesia

Walhi Minta Pemerintah 'Bongkar' Perusahaan Biang Kerok Karhutla di Indonesia

Batampro, Jakarta - Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (Walhi) dari berbagai daerah menuntut pemerintah untuk mengungkap nama grup perusahaan yang menjadi penyebab utama kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Indonesia.

Direktur Eksekutif Nasional Walhi, Nur Hidayati, mengatakan sudah saatnya pemerintah tidak menutup-nutupi perusahaan yang menyebabkan karhutla di tanah air.

"Harus diungkap, dituliskan secara terang benderang. Jangan lagi pake inisial dan juga yang harus disebutkan itu adalah grup perusahaannya," ujarnya di Jakarta, Kamis (12/9/2019).

Menurutnya, pemerintah sering kali hanya menindak anak-anak perusahaan yang ditemukan di lapangan, namun enggan menindak hingga ke tingkat induk perusahaan.

Selain itu, pihaknya menganggap pemerintah terlalu mudah memberi izin korporasi untuk mengekspolitasi lahan gambut. Pemerintah juga dinilai tidak transparan dalam memberi informasi terkait perusahaan, sehingga menimbulkan ketidakjelasan.

"Klaim-klaim yang disampaikan pemerintah terkait dengan luasan kawasan hasil dari rehabilitasi di kawasan lahan gambut yang berada di konsesi itu tidak disebutkan tidak jelas dimana wilayahnya," katanya.

Bahkan pemerintah telah tebang pilih dalam menindak kasus yang menjerat masyarakat dan korporasi. Ia menilai pemerintah telah bersikap tidak adil dan tidak berdaya terhadap korporasi.

"Masyarakat yang membuka lahan langsung disiram pakai helikopter. Itu sangat cepat, tapi terhadap perusahan sepertinya pemerintah sangat tidak berdaya," jelasnya.


Komentar