Artikel Pilihan Editor

KSAU: Prajurit TNI AU Harus Peka Akan Bahaya Radikalisme

KSAU: Prajurit TNI AU Harus Peka Akan Bahaya Radikalisme

Batampro, Jakarta - Kepala Staf Angkatan Udara (KSAU), Marsekal TNI Yuyu Sutisna, menegaskan TNI AU sebagai salah satu garda terdepan sekaligus benteng terakhir bangsa harus memiliki sense of crisis dan peka akan bahaya radikalisme.

Ia juga meminta agar para prajurit TNI AU dan keluarganya paham betul radikalisme, sehingga mampu mencegah masuknya paham tersebut ke dalam tubuh TNI AU.

"Kita selalu amati dan pahami gerakan kelompok-kelompok dalam masyarakat yang awalnya mengajak radikalisme, melakukan perang, dan menolak Pancasila, UUD 1945, dan Bhinneka Tunggal Ika," ujarnya dalam keterangan pers di Jakarta, Minggu (1/9/2019).

Senada dengan itu, penceramah Ahmad Muwafiq atau yang dikenal dengan Gus Muwafiq, pimpinan pondok pesantren di Sleman, Yogyakarta, mengatakan, radikalisme terbentuk bukan dari faktor lingkungan atau ekonomi. Radikalisme dapat terbentuk karena ketidaksiapan bertemu antar kelompok, antar agama, bahkan antar bangsa dan negara.

Pada pembekalan tersebut, Gus Muwafiq menekankan pentingnya prajurit TNI AU mengenal kembali makna nasionalisme dan bagaimana menjaganya.

"Hal ini menjadi penting karena sesuai tugas pokok dan fungsinya, TNI didesain untuk bela negara. Namun tidak menutup kemungkinan bibit radikalisme negatif bisa tumbuh di dalam tubuh institusi," katanya.


Komentar